Jakarta Biennale 2026: KEBAL

04 Oktober - 28 Oktober

Gedung Tresno Soemardjo,

Taman Ismail Marzuki

07 Oktober - 24 November

Ruang-ruang Kolektif

Di Jakarta dan Sekitarnya

Jakarta Biennale 2026: KEBAL

Dari tahun ke tahun, warga Jakarta mengalami “keterusiran” dari kotanya. Harga properti dan kebutuhan hidup yang terus melambung memaksa sebagian orang berpindah, meminggir, dan terpinggirkan, sementara Jakarta tetap menjadi poros mata pencaharian.

Jakarta Biennale 2026: KEBAL hadir untuk merefleksikan situasi tersebut sekaligus merayakan ketahanan manusia. Pengalaman warga Jakarta dan mereka yang menghadapi situasi serupa di berbagai belahan dunia menjadi pijakan bagi karya-karya yang dihadirkan tahun ini.

Jakarta Biennale 2026: KEBAL

4 Oktober – 28 November 2026
Taman Ismail Marsuki, Gedung Trisno Soemardjo

7 Oktober – 24 November 2026
Ruang-ruang kolektif di Jakarta dan sekitarnya

Year after year, Jakarta’s residents experience a sense of being “displaced” from their own city. The ever-rising cost of property and living expenses forces some to move away, pushed to the margins and further marginalized, while Jakarta remains a central hub for livelihoods.

Jakarta Biennale 2026: KEBAL seeks to reflect on this situation while celebrating human resilience. The experiences of Jakarta’s residents, as well as those facing similar circumstances in different parts of the world, serve as a point of departure for the works presented this year.

Jakarta Biennale 2026: KEBAL

4 October–28 November 2026
Taman Ismail Marzuki, Gedung Trisno Soemardjo

7 October–24 November 2026
Collective spaces across Jakarta and its surroundings

Collaborators

Harapan akan adanya hari esok yang lebih baik nampaknya akan selalu berhasil mengalahkan keputusasaan hari ini.

Majelis Jakarta

Sebagaimana penyelenggaraan pada 2024, pada Jakarta Biennale 2026 ini penyelenggara utama event ini adalah Majelis Jakarta. Majelis Jakarta adalah kumpulan dari kolektif-kolektif seni di Jakarta yang dengan satu dan lain cara menjalankan nilai-nilai Lumbung di dalam praktek kerjanya. Dengan diselenggarakan oleh Majelis Jakarta, Jakarta Biennale kembali kepada semangat awalnya yakni diinisiasi oleh seniman. Dengan demikian, Jakarta Biennale diharapkan bisa menjadi wadah untuk memperkuat keberlangsungan ekosistem seni yang ada di Jakartakhususnya dan Indonesia umumnya. Read More

atelir ceremai

Asosiasi pematung indonesia

binatang press

cut and rescue

galeri saku kolektif

girls pay the bills

gudskul ekosistem

jakarta wasted artists

kelas pagi indonesia

komunitas paseban

panna foto instisute

rajutkejut

sekolah sablon indonesia

serrum art handling

setali indonesia

trotoart

Scroll to Top