Alyakha Kolektif

Sentani menyimpan banyak pengetahuan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di Alyakha Kolektif, pengetahuan tersebut menjadi bagian dari proses berkesenian melalui pengarsipan bunyi dan tradisi lisan Papua, serta pengembangan seni rupa dan eksplorasi media baru.

Berbasis di Sentani, Papua, Alyakha Kolektif mempertemukan seniman dan praktisi lintas disiplin dengan pengetahuan yang tumbuh dari lingkungannya sendiri. Dalam Jakarta Biennale 2026: KEBAL, Alyakha membawa praktik tersebut ke ruang perjumpaan yang lebih luas, bersama bunyi, tradisi lisan, dan ingatan yang mereka gali dari Papua.

_______________

Sentani holds a wealth of local knowledge passed down from one generation to the next. At Alyakha Kolektif, this knowledge becomes part of their artistic practice through the archiving of Papuan sounds and oral traditions, as well as the development of visual art and explorations of new media.

Based in Sentani, Papua, Alyakha Kolektif brings together artists and practitioners from diverse disciplines, drawing on knowledge rooted in their own surroundings. At Jakarta Biennale 2026: KEBAL, Alyakha brings this practice into a broader space of encounter, alongside the sounds, oral traditions, and memories they have unearthed from Papua.

Scroll to Top