Kayu, batik, anyaman, dan musik menjadi bagian dari cara Fitri DK berbicara tentang persoalan sosial dan lingkungan. Melalui seni grafis, khususnya cukil kayu, ia mengangkat suara perempuan dan berbagai cerita tentang perlawanan serta perjuangan yang ia temui melalui keterlibatannya bersama petani, komunitas perempuan, dan kelompok marginal.
Berbasis di Yogyakarta, Fitri DK merupakan anggota SURVIVE! Garage dan Taring Padi, sekaligus vokalis Dendang Kampungan. Saat ini, ia mengumpulkan dan mendokumentasikan cerita perempuan dan masyarakat adat dalam upaya pelestarian lingkungan melalui karya cukil kayu. Fitri DK adalah salah satu seniman yang akan hadir dalam Jakarta Biennale 2026: KEBAL.
______________
Wood, batik, weaving, and music are part of how Fitri DK engages with social and environmental issues. Through graphic art, particularly woodcut, she amplifies women’s voices and stories of resistance and struggle that she encounters through her involvement with farmers, women’s communities, and marginalized groups.
Based in Yogyakarta, Fitri DK is a member of SURVIVE!Garage and Taring Padi, as well as the vocalist of Dendang Kampungan. She is currently collecting and documenting stories of women and Indigenous peoples in their efforts to protect the environment through woodcut prints. Fitri DK is one of the artists who will take part in Jakarta Biennale 2026: KEBAL.