Marida Nasution

Marida Nasution (1956–2008) merupakan salah satu sosok penting dalam perkembangan seni grafis Indonesia. Ia bukan hanya seorang perupa, tetapi juga salah satu perupa perempuan yang mendobrak batas-batas konvensional dalam seni cetak. Keterbatasan pendengaran dan kondisi kesehatan yang rentan tidak menghentikan Marida untuk terus mencari cara mengekspresikan diri melalui karya.

Berangkat dari seni lukis, Marida kemudian memilih untuk mendalami seni grafis di Institut Kesenian Jakarta. Ia dikenal sebagai salah satu perupa perempuan pertama yang aktif mengeksplorasi berbagai kombinasi medium dalam praktik cetak grafis, dari teknik-teknik tradisional hingga eksperimen dengan teknik baru. Karya-karyanya banyak berbicara tentang persoalan perempuan, kemanusiaan, lingkungan, serta kritik sosial dan politik.

Dalam proses penciptaan, Marida memberi perhatian khusus pada tangan dan sentuhan personal. Ia melihat keduanya sebagai bagian dari vibrasi komunikatif yang hadir dalam karya. Hal tersebut terlihat dalam detail-detail halus dan ekspresi emosional yang menjadi ciri karya-karyanya.

___________________

Marida Nasution (1956–2008) was an important figure in the development of Indonesian printmaking. She was not only a talented artist, but also one of the women artists who challenged conventional boundaries in printmaking. Her hearing impairment and fragile health did not prevent Marida from continuing to find ways to express herself through her work.

Beginning with painting, Marida later chose to pursue printmaking at the Jakarta Institute of the Arts. She was known as one of the first women artists to actively explore various combinations of media in printmaking, from traditional techniques to experiments with new ones. Her works often addressed issues concerning women, humanity, the environment, as well as social and political criticism.

In her creative process, Marida paid particular attention to the hand and personal touch. She saw both as part of the communicative vibration present in a work. This can be seen in the subtle details and emotional expressions that characterize her works.

Scroll to Top