Anang Saptoto

Seni bagi Anang Saptoto menjadi cara untuk melihat kembali persoalan yang dekat dengan kehidupan: ekologi, hak asasi manusia, disabilitas, pendidikan anak, hingga perubahan sosial. Ia bekerja melalui berbagai medium, dari desain, lukisan, fotografi, video, dan musik hingga praktik seni interdisipliner.

Berbasis di Yogyakarta, Anang juga mengembangkan praktik kolaboratif melalui berbagai inisiatif, termasuk Panen Apa Hari Ini (PARI), sebuah proyek seni berbasis pertanian. Sejak 2003, ia menjadi bagian dari kolektif MES 56 dan kini turut mengelolanya melalui Agensi 56. Anang Saptoto adalah salah satu seniman yang akan hadir dalam Jakarta Biennale 2026: KEBAL.

_________________

For Anang Saptoto, art is a way of revisiting issues that are close to everyday life, from ecology, human rights, disability, and children’s education to social change. He works across various mediums, including design, painting, photography, video, music, and interdisciplinary art practices.

Based in Yogyakarta, Anang also develops collaborative practices through various initiatives, including Panen Apa Hari Ini (PARI), an agriculture-based art project. Since 2003, he has been part of the MES 56 collective and is now involved in managing it through Agensi 56. Anang Saptoto is one of the artists participating in Jakarta Biennale 2026: KEBAL.

Scroll to Top