Rumah Budaya Selat Bonot

Kebudayaan Orang Pulo hidup dalam bahasa, laut, pekerjaan nelayan, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Bersama masyarakat pulau, Rumah Budaya Selat Bonot menjadi ruang bersama bagi seniman dan pelaku budaya lokal untuk mengolah pengalaman tersebut melalui berbagai praktik seni, dari film, seni rupa, musik, tari, literasi, hingga teater.

Sebagai bagian dari Jakarta Biennale 2026: KEBAL, Rumah Budaya Selat Bonot membawa pengalaman dan pengetahuan tersebut ke dalam percakapan yang lebih luas tentang kota, masyarakat, dan cara kita bertahan di dalamnya.

_______________

The culture of the Orang Pulo lives through language, the sea, fishing livelihoods, traditions, and knowledge passed down from one generation to the next. Together with the island community, Rumah Budaya Selat Bonot serves as a shared space for local artists and cultural practitioners to explore these experiences through various artistic practices, from film, visual art, music, dance, and literacy to theatre.

As part of Jakarta Biennale 2026: KEBAL, Rumah Budaya Selat Bonot brings these experiences and forms of knowledge into a broader conversation about the city, its communities, and the ways we endure within it.

Scroll to Top