Ruang domestik, pengalaman perempuan, dan kehidupan masyarakat urban menjadi bagian dari persoalan yang ditelusuri Nia Gautama dalam praktik seninya. Melalui keramik, lukisan, gambar, sulam, instalasi, dan performans, seniman yang berbasis di Bandung ini mengeksplorasi hubungan antara persoalan sosial-budaya, identitas, dan pengalaman hidup sehari-hari.
Ketertarikan Nia pada seni membawanya kembali menempuh pendidikan di bidang seni rupa setelah sebelumnya berkarier di industri periklanan. Sejak awal 2000-an, ia aktif dalam berbagai pameran dan residensi di Indonesia dan sejumlah negara di Asia dan Australia. Karya Nia Gautama akan menjadi bagian dari Jakarta Biennale 2026: KEBAL.
__________________
Domestic space, women’s experiences, and urban life are among the subjects explored by Nia Gautama in her artistic practice. Working across ceramics, painting, drawing, embroidery, installation, and performance, the Bandung-based artist explores the relationship between socio-cultural issues, identity, and everyday life.
Nia’s interest in art led her to pursue formal studies in visual art after previously working in the advertising industry. Since the early 2000s, she has participated in exhibitions and residencies in Indonesia and across Asia and Australia. Nia Gautama’s work will be presented as part of Jakarta Biennale 2026: KEBAL.