Fitri DK
Kayu, batik, anyaman, dan musik menjadi bagian dari cara Fitri DK berbicara tentang persoalan sosial dan lingkungan. Melalui seni grafis, khususnya cukil kayu, ia mengangkat suara perempuan dan berbagai cerita […]
Perang, perpindahan, migrasi, dan ingatan sejarah menjadi bagian dari praktik Fassih Keiso. Seniman multidisipliner keturunan Australia-Suriah yang berbasis di Melbourne ini bekerja melalui fotografi, instalasi, moving image, lukisan, dan performans. […]
BEEK (Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan) merupakan platform seni, budaya, dan ekosistem kreatif yang menaungi berbagai lembaga, komunitas, dan unit usaha di Kabupaten Kuningan. Di dalamnya terdapat Yayasan Tulisan dan […]
Sentani menyimpan banyak pengetahuan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di Alyakha Kolektif, pengetahuan tersebut menjadi bagian dari proses berkesenian melalui pengarsipan bunyi dan tradisi lisan Papua, […]
Komik, musik, tato, dan seni rupa menjadi bagian dari perjalanan Athonk Sapto Raharjo sejak awal 1990-an. Seniman independen yang berbasis di Yogyakarta ini menyeberangi batas antar-medium, membawa semangat skena indie […]
Sejak didirikan di Jakarta pada 2013, Artery Performa mengembangkan praktik yang mempertemukan seni pertunjukan dengan praktik sosial. Kelompok yang kini berbasis di Bekasi ini menelusuri hubungan antara manusia, lingkungan, sejarah, […]
Sejak 2016, Arifa Safura mengembangkan kerja seni yang berkelindan dengan advokasi dan aktivisme. Arsip, sejarah, kisah lisan, suara, lukisan, dan instalasi menjadi medium untuk menelusuri figur dan narasi yang ia […]
Angkor Project adalah inisiatif yang didorong oleh kepedulian sosial untuk mendukung komunitas yang terpaksa mengungsi dari Angkor Archaeological Park dan kini dipindahkan ke tempat tinggal baru, lebih dari 25 km […]
Ingatan tidak selalu hadir dalam bentuk cerita. Ia dapat tersimpan dalam foto, benda yang ditemukan, dan arsip keluarga yang menyimpan jejak dari masa lalu. Bagi seniman visual dan peneliti yang […]
Seni bagi Anang Saptoto menjadi cara untuk melihat kembali persoalan yang dekat dengan kehidupan: ekologi, hak asasi manusia, disabilitas, pendidikan anak, hingga perubahan sosial. Ia bekerja melalui berbagai medium, dari […]